Dalam minggu ini, Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah se-Indonesia, khususnya Karang tengah untuk tingkat PAUD dan SD sedang fokus menyiapkan kegiatan Outing. Outing terkesan biasa-biasa saja kalau hanya dipahami sekedar jalan-jalan semata.
Tapi menjadi LUAR BIASA manakala dikemas dan fokus untuk memaksimalkan penginderaan langsung ananda akan alam semesta yang dikaitkan dengan semua pelajaran yang didapat disekolah khususnya tekait pemahaman/tsaqofah tentang hidup dan kehidupan yang berujung kepada amal sholeh dan pilihan amal ananda nantinya.
Untuk lebih jelasnya, postingan lawas ini bisa mengingatkan kita kembali esensi dari kegiatan outing ananda.
SEKOLAH ‘KNOWING’ vs SEKOLAH ‘BEING’.
“Di dunia ini ada 2 jenis sistem pendidikan, yang pertama adalah sistem pendidikan yg hanya menjadikan anak2 kita menjadi makhluk ‘Knowing’ atau sekedar tahu saja, sedangkan yg kedua sistem pendidikan yg mencetak anak2 menjadi makhluk ‘Being’.
Apa maksudnya?
Maksudnya, sekolah hanya bisa mengajarkan banyak hal utk diketahui para siswa. Sekolah tidak mampu membuat siswa mau melakukan apa yg diketahui sebagai bagian dri kehidupannya.
Anak2 tumbuh hanya menjadi ‘Makhluk Knowing’, hanya sekedar ‘mengetahui’
Sekolah yg mengadopsi knowing semacam ini biasanya mengajarkan banyak sekali mata pelajaran. Tak jarang membuat para siswanya stress, pressure & akhirnya mogok sekolah. Segala macam diajarkan dan banyak hal yg diujikan,
tetapi tak satupun dr siswa yang menerapkannya setelah ujian. Ujiannya pun hanya sekedar tahu, ‘Knowing’.
Sedangkan dlm perspektif Islam, ilmu, iman, dan amal adalah sesuatu yg harus berjalan secara linier / berbarengan. Sistem pendidikan Islam benar-benar diarahkan untuk mencetak manusia-manusia yg ‘tidak hanya TAHU apa yg benar tetapi PERCAYA dan MAU melakukan apa yg benar sebagai bagian dari kehidupannya dan perintah Al kholiq.
Jadi setiap mata pelajaran yg diberikan, akan dikembangkan melalui praktek langsung dan studi kasus dan dibandingkan dengan kejadian nyata di seputar kehidupan mereka.
Sehingga output dari proses tersebut menjadikam mereka tidak hanya TAHU, tapi mereka juga MAU menerapkan ilmu yang diketahui dalam keseharian hidupnya. Ananda juga tahu persis alasan syar’i yang sesuai fakta mengapa mereka mau atau tidak mau melakukan sesuatu.
Cara ini mulai diajarkan pada anak sejak usia mereka masih sangat dini agar terbentuk sebuah kebiasaan yang kelak akan membentuk mereka menjadi mahluk ‘Being’, yakni manusia2 yg melakukan apa yang mereka tahu benar.”
Disinilah kita memahami betapa sekolah begitu memegang peran yang sangat penting bagi pembentukan perilaku & mental anak-anak kita.
Betapa sebenarnya sekolah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga sertifikasi yang hanya mampu memberi ijazah para anak2.
Tapi lebih dari itu, mestinya sekolah mengarahkan pendidikan utk mencetak generasi yang tidak hanya sekedar TAHU tentang hal-hal yang benar, tapi jauh lebih penting untuk mencetak anak-anak yang MAU melakukan apa yg mereka ketahui itu benar, mencetak manusia ‘Being’.
Apakah tempat anak-anak kita bersekolah telah menerapkan sistem pendidikan & kurikulum yang akan menjadikan anak-anak kita untuk menjadi makhluk ‘Being’ atau hanya sekedar ‘Knowing’?
Kalau belum, STP Khoiru Ummah seluruh Indonesia menawarkan hal tersebut, termasuk kami di Sekolah Tahfizh Plus Khoiru Ummah Karang Temgah Tangerang. Ingin bersinergi dengam Ayah Bunds untuk menapaki pola tersebut.
‘Mengetahui Yang Benar’ tetapi ‘Tidak Pernah Melakukan Dengan Benar’ sama dengan ‘Tidak Mengetahui’.