1⃣ Salam.
? Ajarkan & biasakan ucapan “Assalamu ‘alaikum” kepada anak agar terbiasa dengan salam yang Islami tiap masuk rumah atau masuk kamar orang tua atau ketemu orang lain, ucapannya selalu salam. Ucapan ini membentuk jiwa penuh kedamaian pada diri anak.
2⃣ Dzikir.
? Biasakan ucapan yang mengandung muatan dzikir kepada Allah dalam merespon segala sesuatu, misalnya Astaghfirullah, Subhanallah, Alhamdulillah, Masya Allah, Insya Allah, Barakallah, dan lain sebagainya bukan ucapan Astaga, Gila, Bego. Dzikir menciptakan karakter taqwa pada diri anak.
3⃣ Tolong.
? Biasakan anak untuk mengucapkan kata ‘tolong’ setiap ia meminta bantuan kepada orang lain. Jika terbiasa dengan kata ini, akan tumbuh karakter rendah hati dan tidak sombong.
4⃣ Terima kasih.
? Biasakan mengucapkan kata terima kasih untuk berbagai hal yang positif, sebagai apresiasi kepada orang lain yang telah memberikan pertolongan bagi dirinya. Anak yang tumbuh dengan menghargai orang lain akan menumbuhkan kebesaran jiwa.
5⃣ Maaf.
? Ajarkan anak untuk mudah meminta maaf walaupun ia tidak melakukan kesalahan. Apalagi jika ia memang melakukan kesalahan. Anak yang terbiasa meminta maaf akan tumbuh sikap empati dan kasih sayang.
6⃣ Iya/Baik.
? Ajarkan anak untuk mengucapkan kata “insyaa’ Allah ” sebagai respon dari nasihat atau perintah dari orangtua. Kadang saat ibu atau ayah meminta anak untuk melakukan sesuatu, ia hanya mengangguk atau bahkan diam saja. Ungkapan ini mem bentuk karakter peduli & menghargai.
7⃣ Izin/Permisi.
? Biasakan anak untuk meminta izin dalam berbagai kondisi, misalnya minta izin untuk menggunakan benda yang bukan miliknya. Hal ini membentuk karakter tertib.
8⃣ Bisa.
? Ajarkan anak berpikir dan bersikap optimistik “Aku bisa” adalah ungkapan optimistik.
Semoga tips ini bermanfaat terutama saat Syawal, saat bersilaturahmi seharusnya menjadi waktu yang dinanti dan berakhir dengan kesan yang baik. Walau kadang pendengaran ini harus bersabar mendengarkan yang mungkin kurang berkenan tuk didengar. Tapi apa mau dikata, diri tetap harus terjaga. Maka pernahkah kita memberikan pemahaman tuk diri dan anak bahwa berucap yang singkat kadang penting untuk memberikan kesan akhir yang baik. Tanpa harus berpanjang lebar dengan perkataan yang mungkin tak berkenan juga saat bertamu. Karna pada hakekatnya saat bertamu tentu banyak hal yang akan diceritakan.
Mengendalikan diri dan tetap Membuat anak tumbuh dengan percaya diri…
Wallahu a’lam bish shawab.